Rhetoric States - First Blood [Album Review]

Well, menyesal agak telat mengenal band ini, juga karena CD ini baru saya dapatkan itupun karena tadi malam saya dating ke acara ulang tahun mereka yang ke 6,  but better late than never rite? :D  mau mencoba bercerita sedikit disini soal Album pertama dari Rhetoric States. Kembali kebelakang, band ini terbentuk sejak oktober 2006, dengan formasi 4-4-2 eh maksudnya Maul Skiba (Vokal+Gitar), Yudhi Warman (Vokal+Bass) dan Bima Sky (Drum) , ya memang formasi seperti ini sangat identik dengan suasana musik Punk yang menyerang (iki ngomong oppo, skip dude :P), ah cukuplah saya bercerita soal mereka, karena akan lebih mengasyikan jika kalian bisa datang sendiri dan berdekatan dengan mereka, these dude was rad!.

Oke “First Blood” ini adalah album pertama mereka yang dirilis pada tahun 2011 kemarin, setelah sebelumnya pada tahun 2007 mereka pernah merilis sebuah live demo berjudul “Factory Of Hell”, abum yang berisi 8 track ini siap untuk membuat anda bernyanyi bersama dan berpogo ria, diawali dengan lagu “Bangkit dan Hancurkan” awalan yang membuat  adrenalin saya terpacu, terlebih lagi diawal lagu di perdengarkan sebuah sumpah mahasiswa yang terjadi pada tragedy Trisakti dan Semanggi, lanjut setelah kurang lebih 03:48 menit saya mendegar “Bungaku” kali ini beat drum juga vocal sedikit santai, namun dengan gaya vocal yang khas dari masing – masing vocalis, bisa dibilang ini seperti lagu cinta namun suasana punk rock 3 kunci ala greenday saya dengar disini, lanjut ada “Jobless” di nomor ke tiga, saya seperti sedikit teringat akan Rancid, karena disini gaya sang vocalis sepertinya mengarah kesana mungkin dengan dicampur sedikit suara khas vocalis Gorilla biscuits,  di nomor berikutnya ada “Pesan Terakhir” juga “Loser” ini mengajak kita kembali lagi ke jaman Punk Rock di era 80 atau 90an, ya meskipun semua lagu bersuasana seperti itu namun ini amat terasa di kedua lagu ini, terlebih di lagu “Loser” ini mengingatkan saya ke Rancid era Red Hot Moon.

Masih dengan style Punk Rock 3 kunci (tidak dalam arti sebenarnya), Rhetoric States masih mempunyai 3 lagu andalan, di track ke 6 ada “Paling Benar Sedunia” dilanjut dengan “Pemuda” di track ke 7, dan terakhir mereka punya “Sampit”,  secara keseluruhan sepertinya kita bisa sedikit menyamakan gaya musik mereka seperti band – band Punk Rock / Hardcore Punk di era 80 sampai 90an, sebut saja beberapa nama seperti Anti Flag, Bad Religion, Alkaline Trio, Gorilla Biscuits, Rancid juga Greenday. Suasana musik yang melekat dari masing – masing band tersebut, mereka racik sedemikian rupa hingga menjadi Rhetoric States, belum lagi gaya vocal pun memang mengarah seperti Tim Armstrong (Rancid) dengan percampuran Anthony Civarelli dari gorilla biscuits jadilah mereka berdua (baca : Maul dan yudhi).

Cukup sudah membandingkan musik mereka dengan beberapa band ternama, di album ini mereka coba memaparkan soal keadaan sosial politik juga pribadi yang sepertinya memang berhasil mereka sampaikan lewat lagu demi lagu di tiap menitnya, ya jika di Bali mereka punya Superman Is Dead, di Amerika sana mereka punya Greenday, bagaimana dengan Tangerang? Ya kita patut bangga karena kita punya Rhetoric States!!! Sekian, oia by the way sukses dan selamat yah buat Rhetoric States yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke 6th, dirgahayu untuk kalian. Selamat hari sumpah pemuda juga untuk kita semua bangsa Indonesia, we’ll never be too old to be young!

Get in touch with 'em? visit these links :
[Facebook Page]
[Twitter]


this review is written by : Talk!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar