Failing Forward - Talk about their latest album & scene [Interview]


Akhirnya posting juga! :D setelah sekian lama ditunggu akhirnya terjawab sudah pertanyaan - pertanyaan yang ada dibenak saya selama ini soal Album Failing Forward yang terbaru berjudul "An Attempt To Make An Echo", terimakasih buat Failing Forward yang sudah menyempatkan waktunya untuk menjawab pertanyaan dari PK disela kesibukan personilnya masing - masing. Banyak sekali hal yang mereka ceritakan dalam album ini, diantaranya ialah soal bagaimana cara pandang mereka mengenai scene ini yang diasosiakan dalam lagu "Waste of mind" dan juga "Tak hanya berdansa, alkohol, dan distorsi", tak hanya itu, merekapun cukup jeli untuk membahas soal keadaan anak - anak  yang disuguhi oleh berbagai macam situasi dan media yang justru menghilangkan keindahan masa kanak - kanak mereka, dalam lagu "Generasi cepat tua", mengutip dari pernyataan Failfor sendiri, yang mengatakan bahwa "Anak-anak kecil yang dirampas imajinasi masa kecilnya dengan tontonan dan lagu-lagu yang bukan untuk umurnya..." amat memprihatinkan bukan?? mengingat hal itu terjadi pada orang - orang terdekat disekitar kita. So tanpa banyak ketik karena saya pun sudah bingung mau ngetik apa lagi?? :D langsung simak, hayati dan diresapi interviewnya.
1. PK: Halo failfor, Asalamualaikum wrwb!! terimakasih banget nih sebelumnya sudah mau menjawab pertanyaan pertanyaan dari saya.hehe sebelumnya saya juga mau ngucapin selamat hari raya Idul fitri nih buat kalian semua.hehe btw gimana puasa lancar?? :D
 
FF: Halo! Wah kita yang terimakasih banget sudah mau ngobrol-ngobrol sama kita! Semoga tidak mengecewakan. Sama-sama ya! Selamat Idul Fitri juga kalian! Puasa kita lancar kok, walaupun banyak godaan tapi secara umum kita tetep teguh. hahaha

2.  PK: Oia bisa diperkenalkan gak personilnya satu – satu?? Sesuai profil buat CV juga boleh.hehe :D
FF: Sip-sip! Di Failing Forward ada kita berlima. Siapa aja kita itu? Di departemen suara dan lirik ada si Azis (Muhammad Omar Azis). Di bagian beat ada Ikhsan (Muhammad Ikhsan Assaat) di Drum dan Acil (Aditya Rahman) di Bass. Sementara itu, Failing Forward punya dua ksatria bergitar walaupun ngga seperti Bang Oma, Ksatria Bergitar-nya Failfor demen begadang. Mereka itu Ilham (Ilham Adinusa) dan Didit (Didit Ariandi). Untuk line-up ini kita udah jalan sejak tahun 2009, jadi udah kira-kira udah mau 4 tahun lah.

3. PK: EH iya selamat ya album kalian yang “An attempt to make an echo” sudah berhasil menarik perhatian para pendengar J bisa diceritakan kenapa kalian membuat dan akhirnya memilih kalimat “An attempt to make an echo” itu untuk menjadi tema/judul album??
FF: Terima kasih ya! Semoga setelah ini makin banyak lagi yang bisa mendengarkan lagu-lagu kita! Hmmm, awalnya itu kita memang mencari judul album yang bisa merepresentasikan 12 lagu yang kita tulis di album ini. Banyak banget yang kita sudah pertimbangkan untuk jadi judul dari mulai yang sok lucu sampai sok bijak. Hahaha

Tapi akhirnya kita sepakat memutuskan memilih tajuk AN ATTEMPT TO MAKE AN ECHO karena tajuk itu yang paling pas menggambarkan apa yang Failfor coba raih dengan album perdana ini. Satu sisi album ini adalah usaha Failfor sebagai band untuk menyebarkan musik yang sudah kita tulis dan kita percaya. Di sisi lain, album ini juga bentuk ekspresi Failfor sebagai human being untuk memperlihatkan ini lho buah pikiran kami, ini lho opini kami, ini lho usaha kami untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Akhirnya ECHO di AN ATTEMPT TO MAKE AN ECHO bisa diartikan sebagai gema yang balik lagi ke kita, yang ngingetin kita untuk bertanggung jawab dan berusaha mengimplementasikan apa yang udah kita tulis.

4. PK: Bisa diceritakan gak soal proses pembuatan album ini sendiri?? Memakan waktu berapa lama??

FF:
Nah, proses album ini lama banget sebenernya. Kita sudah mulai workshop bikin lagu dan lirik sekaligus membicarakan konsep album ini sejak tahun 2009. Target awal kita adalah 2010 sudah bisa selesai recording dan sudah masuk mixing, mastering sehingga di akhir 2010 sudah bisa dirilis. Namun sayangnya karena berbagai hal seperti kesibukan pribadi masing-masing personel, recording terus mundur sampai akhirnya 2011 baru bisa masuk sesi mixing dan mastering. Post-Production-nya sendiri juga tidak berjalan terlalu lancar. Akhirnya karena menunggu bagian percetakan dan duplikasi kita baru bisa rilis pertengahan 2012 kemarin. Jadi proses pengerjaan album ini memakan waktu hampir 3 tahun lamanya.

Hanya saja walaupun dengan berbagai kekurangan di sana sini kami bangga dengan album perdana kita, karena akhirnya kita bisa memperdengarkan music Failfor ke teman-teman.

5. PK: Ada beberapa judul lagu yang menarik perhatian saya, misalnya “"Tak Hanya Berdansa, Alkohol, dan Distorsi" dan “waste of mind”, nah sebenarnya apa sih makna dibalik lagu tersebut?? Pesan apa yang kalian coba sampaikan kepada para pendengar?? 

FF:
Hmm, sebenarnya pesan dari ‘Tak Hanya” sederhana saja. Kami ingin berbicara bahwa di skena ini tidak melulu harus alkohol dan distorsi yang sering diasosiasikan dengan musik yang kita mainkan. Seram, dekil, brutal, dll. Tidak harus selalu serius juga, karena kita juga tidak mau kehilangan unsur fun dari tampil untuk berekspresi dan bermain musik. Tapi jangan sampai hal yang kita suka, hal yang kita lakukan karena kita mendapat sesuatu dari situ jadi cuman tempat yang tidak punya arti positif. Kita suarakan opini kita, kita berdansa bersama, kita tumbuh bersama. Jangan malah menjadi tempat berkonfrontasi sembari menghina band lain.

Nah, ‘Waste of Mind’ berbicara itu. Bahwa suatu hal yang sia-sia, baik itu pikiran, uang maupun tenaga kalau membenci band lain sampai harus membuat baju, membuat spanduk kebencian, berkonfrontasi fisik dengan fans-nya, dll. Kita tidak mengatakan kalau kalian harus suka sama semua band, tidak mungkin juga. Tapi untuk apa membuang-buang waktu untuk sesuatu yang kalian tidak suka, tidak cocok musiknya. Memangnya kalau kalian merasa satu band tertentu bukan untuk kalian, kalian menjadi punya hak untuk melarang orang lain menyukai band itu? Gitu aja.

Contohnya seperti ini, beberapa dari kalian mungkin tidak suka dengan Idol Group atau Girl Band semacam Cherry Belle danatau JKT48, kalian tidak melihat mereka bisa berkontribusi apa-apa untuk kalian. Fine, it’s perfectly okay. Tapi kalau ternyata mereka bisa memberikan sesuatu, mungkin inspirasi, kebahagiaan, atau sekedar lagu catchy yang menyenangkan ke orang lain yang bisa menemukan hal tersebut di mereka, apakah kalian menjadi mempunyai hak untuk ngelarang, hak untuk menentukan bahwa entitas semacam JKT48 tidak mempunyai fungsi positif apapun?

Berbicara ‘Waste of Mind’ kita jadi ingin sekaligus berbicara ‘Generasi Cepat Tua’ yang beberapa orang mengatakan bahwa lagu tersebut merupakan sesuatu yang kontradiktif atau bertentangan dengan apa yang kita opinikan di Waste of Mind sendiri. Feel free to disagree, silahkan kalau tidak setuju, langsung mention kita di twitter untuk diskusi lebih lanjut. Tapi menurut kita, dua lagu itu tidak bertentangan karena ‘Waste Of Mind’ berbicara mengenai kebencian berlebihan ke satu entitas yang kita tidak suka, yang berbeda dengan selera kita. Sementara ‘Generasi Cepat Tua’ berbicara tentang satu keadaan sosial yang memprihatinkan karena itu tidak seharusnya terjadi. Anak-anak kecil yang dirampas imajinasi masa kecilnya dengan tontonan dan lagu-lagu yang bukan untuk umurnya itu menurut kita berbeda dengan satu entitas yang tidak merugikan siapa-siapa tiba-tiba dibenci berlebihan hanya karena berbeda.

6. PK: Oia Secara garis besar album ini bercerita tentang apa ?? Juga masalah apa sih yang sebenarnya ingin diangkat dalam album ini?? Dan pesan – pesan moral apa yang kalian ingin sampaikan dalam album ini??
FF: Secara garis besar sih album ini berbicara tentang menjadi seseorang yang lebih baik dan bisa mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia lakukan. Itu salah satu makna ECHO tadi yang sudah kita bicarakan sebelumnya. Secara pribadi kita menginginkan apa yang Failfor tulis di album ini bisa dipertanggung jawabkan oleh kami juga sebagai penulisnya.

Kalau untuk tema-tema yang kita angkat sih umum ya, ada tentang hubungan pribadi antar manusia di ‘Hey Kiddo’, ‘Fortune Teller’. Skena di ‘Stage Fright’, ‘Tak Hanya’, ‘Sebelah Mata’, ‘Waste of Mind’. Bersenang-senang di ‘A Starting Line’. Masalah sosial di ‘Generasi Cepat Tua’ dan ‘1928’. Sampai melihat ke dalam diri sendiri seperti dalam lagu ‘Piece of Liberty’ yang merupakan salah satu lagu favorit kami berlima. Jadi bisa dikatakan bahwa tema yang kita angkat adalah tema yang dekat dengan kehidupan kami berlima.

7. PK: Kalo saya perhatikan, sepertinya kalian kan orang – orang yang peduli dengan scene yah :D buktinya kalian membuat beberapa lagu yang menurut saya berhubungan dengan itu, sebenarnya seberapa penting sih scene ini bagi kalian?? Keadaan skena saat ini menurut kalian gimana??
8.PK: Saat ini banyak bermunculan band – band baru yang bisa dibilang ikut meramaikan scene sendiri, menurut kalian gimana??

FF:
Nah, pertanyaan 7,8 akan kita gabung. Skena buat kita itu adalah tempat kita melepas diri, melepas belenggu rutinitas yang kita jalani. Mungkin bahkan buat beberapa orang skena ini adalah jalan hidupnya, panggilan hatinya. Di ‘Stage Fright kita berbicara kalo kita menjalani ini harus fun, harus menyenangkan. Di Piece of Liberty kita berbicara tentang sepotong kebebasan di tengah rutinitas, dan skena tempat kita berekspresi ini adalah kebebasan itu. Jadi bisa dibilang skena yang sehat itu sangat penting buat kita. Kita bisa dengan tenang menonton, menyukai dan mendukung band manapun. Para artist juga bisa dengan tenang bermain, berekspresi sesuai dengan apa yang dia suka tanpa takut akan mendapat kebencian berlebihan dari sekelompok orang.

Banyak band-band baru yang bermunculan menurut kita bagus banget. jadi seperti yang tadi sudah disebutkan, makin beragam satu skena makin banyak yang bisa kita ambil dari skena tersebut. Masalah apakah nanti bertahan atau tidak band-band baru ini itu masalah lain lagi, yang penting bersenang-senang saja dulu sambil memikirkan apa yang bisa ditawarkan band ini ke orang-orang diluar sana. Failfor awalnya tampil di gigs juga karena ingin tampil saja. Hahahahah
9. PK: Tanggapan kalian sendiri soal orang – orang yang hanya mengedepankan “Fashion” dalam bermusik gimana?? Maksudnya, mereka kayak hanya gaya aja tanpa tau sebenarnya tujuan mereka nyemplung dalam scene :P, menurut kalian gimana?
FF: Hmmm kalau soal ini kami merasa bahwa hal tersebut tidak bisa dikatakan masalah. Kalau benar mereka hanya bergaya saja maka band itu tidak akan bertahan lama. Tapi kalau mereka mempunyai banyak gaya tetapi serius, punya sesuatu yang bisa disampaikan dan pesan atau gayanya melekat ke beberapa orang ya kenapa tidak? Toh kita tidak perlu suka dengan musik atau band-nya, tapi bukan berarti kita tidak bisa respect sama mereka sebagai performer, sebagai manusia yang juga mempunyai caranya sendiri dalam berekspresi.

Jujur sih, Failfor juga waktu ‘nyemplung’ ke skena tidak tahu tujuan kita sebenarnya apa. Hahahaha kita hanya ingin bermain musik, memperlihatkan kalau Failfor itu ada. Hanya begitu saja awalnya. Lagpula semua orang pasti pernah ada di dalam fase tidak mengetahui apa-apa dan jadi tahu setelah belajar, setelah mencoba mengalami. Jadi kalo belum belajar sudah ditolak atau dibenci ya kapan belajarnya? Tidak ada orang yang tiba-tiba lahir sudah menjadi ‘legit punkers’ seperti Fat Mike atau Tim Armstrong kan?

10. PK: Setelah album ini, apa rencana kedepan Failfor?? (mungkin ingin mengadakan tour de france atau study tour??)hehe
FF: Rencana Failfor banyak sekali. Hahahah tapi perlahan-lahan saja. Kita pertama-tama mau kembali rutin berada di atas panggung lagi. Di dalam kota ataupun di luar kota Jakarta. Sehabis itu bisa apa aja, bisa masuk studio lagi kalau tiba-tiba kita punya materi baru, bisa tiba-tiba momong anak. Hahaaha yang pasti kita berharap bisa tetap aktif sampai selama mungkin yang kita bisa.

11. PK: Kembali bicara soal album, “An Attempt to Make an Echo” ini kan banyak mendapat respon positif, banyak juga di review oleh beberapa nama seperti Mas Arian (Seringai), Mas Ali (Speak up), dan beberapa nama lainnya, so how it’s feel?? :D
FF: Yang jelas senang sekali “hero-hero’ kita sudah mau meluangkan waktu mendengarkan maupun memberikan rekomendasi atas album kita dan kebanyakan suka. Hihihi tapi yang paling kita harapkan sebenarnya banyak dari teman-teman yang ikut mengomentari musik kita dengan pendapat apapun. Jelek atau bagus atau pendapat apapun. Karena apa artinya sebuah seni jika tidak mendapatkan respon balik dari pendengarnya atau penikmatnya? Kita senang sekali kalau di mention di twitter atau dibuakan review seperti yang PelacurKata tulis. heheheh

12. PK: Yang kalian harapkan sebenarnya dari album ini apa? Setelah mengetahui respon positif yang diberikan??dan juga harapan kalian terhadap keadaan scene saat ini??

FF:
Harapan kita, makin banyak lagi temen-temen yang denger lagu-lagu Failfor dan tau Failfor itu apa. Dan seperti yang sudah kita katakan tadi, mendapatkan respon balik apapun, baik, jelek, kritik membangun, kritik menjatuhkan, apa saja kita tunggu! Ingin berdebat? Kita akan utus Ilham untuk menjawab. Mau coba memainkan lagu-lagu Failfor? Nanti Didit dam Iksan yang akan membantu. Tidak suka dengan kami dan mau mengajak berantem? Acil sudah siap tuh. Hahahahah

Harapan untuk skena… hmmm, terus semangat untuk teman-teman para EO, tanpa kalian kami hanya diam di rumah dan di kantor. Hehehe jangan patah semangat kalau ada banyak acara yang tidak jelas yang membuat jelek nama skena secara umum. Kita pasti akan tau mana yang serius dan mana yang hanya main-main dan mencari untung semata tanpa mau susah.

13.PK: Terakhir, ada pesan2 buat pembaca diluar sana yang munkin ingin kalian sampaikan?? Salam – salam juga boleh.hehe

FF:
Yuukk dengerin album Failfor yang baru dan kita diskusi rame-rame. Kalau belum tau bagaimana cara bisa mendengarkan album kami, kalian bisa beli CD kami di berbagai toko-toko musik di kota kamu, atau download keseluruhan album kami di Failfor.com yaa.

Pesan-pesaan, hmmm si Azis katanya ngirim salam buat Kinal JKT48 dan Ve JKT48, goodluck buat theaternya minggu depan!

PK: Ok terimakasih banyak Failfor untuk kesempatannya bertukar fikiran, dan mau meluangkan waktunya untuk menjawab beberapa pertanyaan dari saya :D hehe it’s a pleasure can having a good time with you guys :D Sukses selalu buat Failfor!!

FF: Thankss beraat yaaa! Maaf banget banget banget kita lama ngebalesnya. The pleasure is ours! Thank you sekali lagi!

For more info about Failing forward hit 'em on :
[Official site]

Untuk kalian yang ingin mendownload album mereka, please follow this link : [download]


For press release, promotion and anything about your band or scene you can hit me up on :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar