Idealisme Itu Tak Terbeli [Point of view]

  
    Kadang dalam mempertahankan sesuatu yang kita anggap benar itu tak selamanya berjalan dengan mulus, ada saja kerikil yang memang terlihat kecil namun menjadi ganjalan yang amat besar bagi siapapun yang menjalaninya, termasuk saya pribadi. Akhir – akhir ini saya disibukkan dengan beberapa hal yang menurut saya sedikit tak sejalan dengan arah pemikiran saya, apa yang saya yakini hari ini mungkin terdengar berlebihan bagi sebagian lainnya yang memang kita sebagai manusia akan selalu menemui persimpangan dalam hal idealism atau pola pikir.
    Sempat saya berfikir bahwa mereka (baca : korporat) baik dalam skala kecil maupun besar berusaha mengubah paradigma berfikir para pelaku scene dengan cara menyusupi celah – celah tak peduli sekecil apapun itu hanya untuk kepentingan mereka pribadi, satu contoh ketika dulu kita amat sangat kesulitan dalam hal mendapatkan pendanaan untuk melakukan kegiatan yang berhubungan untuk memajukan scene ini, seperti membuat gigs dan lain sebagainya yang tentunya bertujuan untuk membangun sesuatu yang lebih baik lagi kedepannya, namun mereka para korporat menolak mentah – mentah idea atau pemikiran kita yang mungkin mereka tak melihat sedikitpun keuntungan yang akan mereka dapat jika mereka membantu kita, namun buktinya kita tetap bertahan dan scene malah menjadi besar seperti sekarang ini. Dan disaat kita berada di titik tersebut, saat ini para korporat yang tadinya menolak mentah – mentah malah berbalik dan memandang bahwa scene ini adalah tambang emas bagi mereka yang hanya ingin meraup keuntungan dari moment tersebut.
    Maka pertanyaan yang muncul dibenak saya yaitu, apakah kita sebagai pelaku scene ini harus tetap menjalankan apa yang sudah dari dulu kita yakini, D.I.Y?? tanpa adanya campur tangan pihak yang hanya ingin memanfaatkan atau menjadikan kita sebagai alat untuk memperkaya diri mereka pribadi?? Toh dulu mereka menolak dan memandang kita sebelah mata. Atau kita harus luluh dan berbalik memelas hanya karena terbentur masalah financial dan sebagianya?? Yang mungkin jika kita teruskan lagi akan banyak sekali hal yang harus kita lakukan hanya karena kita memerlukan bantuan dari para korporat tersebut, lalu idealisme kita buang begitu saja?? Kita harus menjilati pantat mereka?? Bersikap manis, dan menyanjung mereka disebuah acara atau gigs?? Hanya karena acara atau gigs tersebut sebagian besar pendanaanya adalah berasal dari salah satu korporat tersebut?? Yang saya bayangkan adalah gigs atau acara tersebut hanya akan menjadi sesuatu yang isinya bualan belaka, tak ada yang sesuai dengan hati kecil mereka, karena saya yakin, dalam hati, merekapun sebenarnya menolak untuk dijadikan alat bual seperti itu, namun mau bagaimana lagi, mereka sudah kalah dengan sistem. Ya, keadaan yang mengharuskan mereka menjadi pembual hanya karena kita memang kekurangan dalam segi financial.
    Saya yakin tujuan kita para pelaku scene pasti sama, pasti kita semua ingin membesarkan dan memajukan scene. Tapi apakah dengan cara menjilat ludah kita sendiri?? Apakah dengan cara kita menjadi alat bual?? Apakah kita rela dijadikan alat mereka?? Saya sendiri bimbang, dan ragu apakah kita harus tetap bertahan dengan cara lama, atau memang kita harus kalah dengan sistem hanya karena alih – alih kita ingin memajukan  scene namun kekurangan dana dan sebagainya??, apakah di negeri ini “Idealisme” itu hanya milik orang yang berada saja?? Hanya milik orang yang mempunyai kekuatan financial yang mumpuni?? Apakah saya sebagai rakyat kecil golongan menengah kebawah tidak mempunyai hak sedikitpun untuk mempunyai “Idealisme” dan mempertahankan apa yang saya anggap benar?? Saya sendiri tak tahu pasti, namun satu hal yang pasti “Idealisme” itu tak akan pernah terbeli.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar